Blog Kopi Bantaeng

2019 Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang Yang Perlu Anda Tahu

Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang Yang Perlu Anda Tahu

2019 Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang Yang Perlu Anda Tahu

Kopi Bantaeng Menurut catatan sejarah Afred Russel Wallace, pada tahun 1858 seorang pedagang kopi dan opium bernama William Wesman telah memiliki perkebunan kopi di Bontyne (sekarang Bantaeng). Kopi Bantaeng sejarahnya telah dibawa oleh Bangsa Belanda pada zaman penjajahan.

Kabupaten Bantaeng merupakan daerah yang agraris, potensi pertumbuhan tanaman kopi semakin ditingkatkan yang disebabkan oleh harga yang sudah mulai bersaing dengan tanaman lain, telah dibangunnya sentra ikm pengolahan kopi yang terletak di Banyorang membuat penggiat kopi semakin bersemangat dalam mengolahan hasil perkebunan ini, oleh karena itu saya dapat memanfaatkan kondisi ini untuk saya jadikan sebagai mata pencaharian.

Perlakuan pasca panen akan menghasilkan kopi yang berkualitas dan dapat bersaing di daerah lain, sehingga perlakuan yang diterapkan ke Biji Kopi pasca panen sangat mempengaruhi cita rasa suatu kopi. Untuk itu Kami dari Kopi GarumBang berinisiasi untuk mengolah kopi yang berkualitas, sehingga selain karyawan GarumBang, petani kopi juga dapat merasakan hasil jeri payahnya dalam menanam kopi. Berangkat dari niat itulah GarumBang membuat produk pasca panen berupa Kopi Sangrai, Bubuk dan Kedai Kopi Keliling.

sejarah berdirinya kopi garumbang
sejarah berdirinya kopi garumbang

Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang

Kopi garumbang mulai dibangun pada bulan oktober 2019, sejak Sentra Industri Pengolahan kopi Banyorang di bangun di Kabupaten Bantaeng, saat itu belum banyak kaum kaum millennial yang mau menjadi pengusaha kopi, mereka belum tertarik untuk bergabung di sentra IKM Pengolahan Kopi Banyorang dalam mengembangkan Kopi Bantaeng. Maka Kopi Garumbang hadir dan berusaha untuk MENGAGETKAN anak anak muda millennial untuk mau berusaha juga di pengolahan kopi.

Kopi Garumbang memiliki tagline Memang Tawwa, Kopi Terbaik, berarti kopi yang dihasilkan juga haruslah kopi terbaik. Mulai dari Pemetikannya yang harus dipetik merah, pengolahan pasca panennya harus sesuai dengan standar yang ada, penjemuran, sortasi semua berpatokan pada SCAA, Penyangraian, pengemasan dan quality control, Kopi garumbang  dimaksudkan untuk menjamin bahwa Kopi Garumbang memang merupakan Kopi terbaik.

Baca Juga:

Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang Yang Perlu Anda Tahu

Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang – Kopi Arabika

Berdasarkan sumber Bantaeng Dalam Angka 2019 potensi Kopi Arabika untuk tahun 2018 di Kabupaten Bantaeng dapat menghasilkan Greenbean Kopi sebesar 408 Ton yang tersebar besar di 3 (tiga) kecamatan . Arabika merupakan produk andalan dari Kopi Garumbang, sumber utama Kopi Arabika Garumbang berasal dari Kecamatan Uluere, Tompobulu dan Eremerasa.

Kabupaten Bantaeng khususnya kopi Arabika memiliki aroma dan cita rasa bunga (floral) yang kuat dengan tingkat keasaman yang rendah (low acidity), terasa lembut dan rasanya bertahan cukup lama di lidah (full body), Beraroma Brown Sugar, Lemonny, Caramelly, Spicy sebagai ciri khas Nusantara Coffee

Proses pemanenan hingga pengolahan pasca panen Kopi Bantaeng menggunakan system kopi specialty. Buah dipetik berwarna merah, selanjutnya dilakukan pemisahan buah kopi yang jelek/rusak dengan cara di rendam dengan air, kemudian buah kopi yang mengapung

langsung dibuang. Selanjutnya proses pengolahannya di bagi menjadi 2 (dua) cara, yaitu pengolahan secara basah atau kering. Pengolahan ini antara lain dengan cara full wash, semi wash, natural process, honey Process atau dengan cara wine process.

Biji kopi yang telah ditetapkan metode pengolahannya kemudian di jemur di dalam green house dengan standar meja dan tempat pengeringan memiliki tinggi minimal 80 cm dari jarak tanah. Selama proses pengeringan, pengadukan secara berkala tetap dilakukan agar koi kering merata dan kadar airnya mencapai 12%.

Gabah Kopi yang telah mencapai kadar air 12% kemudian disimpan selama satu bulan yang biasanya disebut dengan masa resting, ini dimaksudkan agar kopi kering luar dalam. Setelah masa resting, kopi kemudian di huller untuk memisahkan biji kopi dengan kulit gabah dan menghasilkan kopi beras (Green Bean), kemudian Green Bean disortir dengan menggunakan screen grader, untuk memisahkan berdasarkan ukuran biji kopi, kemudian di sortir lagi secara manual untuk menghilangkan kopi yang cacat, baik cacat karena hama, jamur maupun cacat yang dihasilkan pada saat pengupasan, seperti pecah, retak dan terpotong. Dari proses ini, kita akan mendapatkan Kopi dengan kualitas grade 1 (satu) dengan nilai cacat yang minim.

sejarah berdirinya kopi garumbang
Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang

Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang – Kopi Robusta

Sebagian besar bahan baku Kopi Robusta Garumbang di peroleh dari Kecamatan Tompobulu dan Kecamatan Eremerasa. Diperoleh dan melakukan perlakuan khusus layaknya yang dilakukan pada Kopi Arabika. Kopi Robusta Garumbang memiliki keunikan tersendiri, Garumbang memiliki cita rasa kacang-kacangan, dark chocolate dan berasa santan.

Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang – Ciri khas dari Kopi Robusta :

  • Menguasai pasar dunia sekitar 30%
  • Biji Kopi robusta memiliki bentuk bulat penuh
  • Memiliki kandungan kafein lebihtinggi dari arabika (sekitar 2,2 – 2,7%)
  • dari segi aroma kopi, Robusta memiliki aroma seperti kacang, dark chocolate, santan (rempah) dan bitter.
  • Robusta lebih pahit dari arabika

Kopi Liberika

Pada tahun 1878 di hampir semua area perkebunan kopi Indonesia, terutama yang terletak di dataran rendah, rusak terkena hama penyakit karat daun. Pemerintah Hindia Belanda harus mendatangkan kopi jenis liberika. atau orang Bantaeng sering menyebutnya sebagai Kopi Balanda.

Liberika adalah tanaman kopi endemik dari Afrika. Tepatnya berasal dari Liberia. Awalnya, tanaman kopi ini digolongkan dalam kelompok kopi robusta dengan nama ilmiah Coffea Canefora var Liberica. Tetapi pengelompokan paling baru dari para ilmuwan menyatakannya sebagai spesies sendiri dengan nama Coffea Liberica.

Sejarah berdirinya kopi garumbang – Kopi liberika dikenal pula sebagai kopi Nangka. Selain karena aromanya yang menyengat, juga karena bijinya yang besar. Hampir dua kali lipat dari biji kopi robusta atau arabika. Juga bisa dikenali dari pohon kopinya yang bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 9 meter, mirip dengan pohon nangka. Meski buahnya berukuran lebih besar, bobot buah keringnya cuma 10 persen dari bobot basahnya. Dari berbagai sumber diketahui bahwa pangsa pasar kopi liberika termasuk sangat potensial.

Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang – Harga Kopi Garumbang

  1. Kopi Arabika :

Roasted Bean / Bubuk :

  • 250 gram = Rp. 50.000
  • 500 gram = Rp. 90.000
  • 1 Kg = Rp. 160.000
  • Robusta :

Roasted Bean / Bubuk :

  • 250 gram = Rp. 35.000
  • 500 gram = Rp. 65.000
  • 1 Kg = Rp. 130.000
  • Blend :

Roasted Bean / Bubuk :

  • 250 gram = Rp. 45.000
  • 500 gram = Rp. 80.000
  • 1 Kg = Rp. 150.000

Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang – Aspek Produksi

sejarah berdirinya kopi garumbang
sejarah berdirinya kopi garumbang

Kopi GarumBang saat ini didukung oleh mesin dan peralatan produksi yang diadakan secara mandiri dan ada juga yang merupakan bantuan/pinjam pakai dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng. Sehingga Kapasitas produksi dapat lebih ditingkatkan lagi.

Adapun mesin dan peralatan pinjam pakai dari Pemerintah tersebut antara lain :

  • Pulper
  • Huller
  • Grinder
  • Meja Sortasi
  • Alat Roasting
  • Mesin Kemasan
  • Timbangan Digital
  • Alat cetak kadaluarsa
  • Dan fasilitas gedung IKM dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng.

Adapun alur produksi dari Kopi Garumbang :

Sejarah Berdirinya Kopi Garumbang – KENAPA HARUS DI PRODUKSI DI BANTAENG???

Asal mula sejarah berdirinya kopi garumbang – Bantaeng sebagai salah satu penghasil Biji Kopi berkualitas di Sulawesi Selatan memiliki lahan perkebunan kopi yang cukup luas. Penghasil Kopi di Kabupaten Bantaeng ada di  4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Tompobulu, Uluere, Eremerasa dan Kecamatan Bantaeng sendiri, dari ke empat kecamatan tersebut panjualan biji kooi berasan selama ini dijual ke daerah daerah tetangga, bahkan sampai ke daerah utara pulau Sulawesi, namun dari hasil penjualan ke daerah daerah tetangga tersebut, yang dikenal di masyarakat nasional justru daerah daerah tetangga, bukan dari asal yang sebenarnya, yaitu Bantaeng.

Untuk itu Kopi Garumbang Bersama tim mencoba untuk membranding Kopi Bantaeng agar bisa juga lebih dikenal seperti Kopi Toraja dan Kopi Kalosi yang berada di utara Sulawesi Selatan.

Selain itu anak anak millennial saat ini muali tertarik du dunia pertanian dan perkebunan, karena bodang ini cukup menjanjikan untuk dikelola, mereka mau untuk di edukasi sedikit demi sedikit tentang pengolahan kopi yang baik.

Team Kopi Bantaeng Dengan Senang Hati Akan Siap Melayani Anda, Silahkan Bertanya Dahulu Gan!
Scroll to Top